15
JUL
Tipe Pembelajaran Berbasis Web Kategori: Umum dilihat: 1053 kali diposting tahun 2016

Terdapat dua langkah yang harus dilakukan untuk menentukan pembelajaran berbasis web yang sesuai untuk diterapkan dalam suatu kondisi pembelajaran. Langkah pertama yaitu menentukan terlebih dahulu tipe pembelajaran yang akan disampaikan. Analisis kebutuhan dilakukan pada langkah ini untuk menentukan ranah mana yang akan disentuh dalam pembelajaran, apakah ranah kognitif, psikomotor atau afektif.


Langkah kedua yaitu memilih tipe pembelajaran berbasis web yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Pada tabel dibawah disajikan empat tipe pembelajaran berbasis web yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam memilih tipe pembelajaran berbasis web yang akan digunakan.

Karakteristik

Computer Based Training

Electronic Performance Support System

Virtual Asyncronous Classroom

Virtual Syncronous Classroom

Tujuan

Menyediakan pembelajaran suatu pembelajaran dengan tujuan yang terukur dan objektif

Menyediakan pengetahuan praktis bagi pembelajaran dan kemampuan memecahkan masalah dalam format just in time

Menyediakan kelompok belajar dan komunikasi dalam lingkungan asynchronous

Menyediakan belajar kolaboratif (bersama-sama) dalam lingkungan realtime

Tipe Belajar

Masalah highly structured yang membutuhkan transfer pengetahuan membangun pemahaman, dan mengaplikasikan keahlian praktis

Masalah ill structured yang membutuhkan analisis dan sintesis dari elemen, hubungan, dan prinsip organisasional

Masalah dengan struktur yang lebih sedikit yang membutuhkan aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi

Masalah ill structured yang membutuhkan sintesis dan evaluasi dari informasi dan pengalaman yang dibagikan

Peranan fasilitator atau desainer pembelajaran berbasis web

Manajer pembelajaran: mengawasi, mempredeksi, menentukan, dan menilai hasil belajar, berkomunikasi dengan peserta didik

Organizer of content: menempatkan, menganalisis, mengabstraksi, mengindeks,   dan mengklasifikasi-kan informasi ke dalam modul pembelajaran

Fasilitator kelompok belajar: membimbing pembelajaran, menyediakan sumber-sumber belajar, mengevaluasi hasil, dan mengkomunikasi-kan dengan peserta didik

Koordinator pengalaman belajar: berpartisipasi sebagai co-learner, merekomendasi-kan arah pembelajaran, tetapi tidak menentukan arah dan mengevaluasi hasil

Peranan peserta didik

Mengambil peran aktif dalam mempraktikan perilaku baru, menerima umpan balik dan berkomunikasi dengan instruktur

Mengambil inisiatif untuk menentukan pembelajaran sendiri , menentukan tingkatan detail dan menilai keberhasilan pembelajaran

Dibimbing fasilitator secara individual maupun sebagai anggota kelompok, berpartisipasi dalam aktivitas dan menerima umpan balik

Berpartisipasi aktif dalam proses belajar kolaborasi dengan fasilitator dan kelompok, berpartisipasi dalam dialog dan merefleksikan pengalaman

Metode

Drill and Practice, simulasi, mebaca dan tanya jawab

Pemecahan masalah, metode ilmiah, metode penelitian dan metode proyek

Tugas percobaan, diskusi kelompok, proyek kelompok self directed learning, dan metode discovery

Dialog dan diskusi, pemecahan masalah, dan interaksi maksimum

Interaksi

Multimedia hypertext, hypermedia, simulasi, aplikasi latihan, e-mail, bulletin board, dan berkomunikasi dengan instruktur

Multimedia hypertext, hypermedia, bulletin board, catatan konfersi, modul pembelajaran berbasis web/komputer, dan akses e-mail baik ke fasilitator maupun ke peserta didik lain

Multimedia hypertext, hypermedia, bulletin board, catatan konfersi, modul pembelajaran berbasis web/komputer, dan akses e-mail baik ke fasilitator maupun ke peserta didik lain

Konferensi audio dan video synchronous, shared whiteboard, shared application

Sumber: Rusman, 2012 

Prev Page Next Page

Artikel Terkait